DI SUDUT LAIN
Angin berhembus disertai debu yang bergulung-gulung menambah panasnya suasana siang ini. Padahal masih jam 10 pagi namun terik matahari seolah membakar tubuh ini. Seperti biasanya aku mulai bergegas dalam pekerjaanku. Pada saat seperti ini aku sibuk mengontrol kondisi pasien yang rata-rata berusia masih dibilang “anak-anak”. Senyuman ramah, sapaan hangat tak luput kuperlihatkan setiap saat. Siapa yang tega melihat kondisi mengerikan disaat mereka sebagian besar pasien di sebuah klinik harus berjuang dalam ketidaknyamanan negerinya sendiri. Suriah, sebuah negara yang kutempati sekarang. Aku bekerja menjadi dokter sukarelawan selama enam bulan kebelakang. Situasi politik yang memanas membuat negeri ini harus terkoyak oleh perang antarsaudara. Mereka, yang tidak berdosa terkadang harus menerima nasib seperti ini. Menyedihkan. “Khaifahaluk Ummi? Bagaimana kondisi Ahmad sekarang?” “Bi khair, syukran yaa ukhty. Ahmad sudah merasa membaik hari ini.” Begitu sapaanku terhadap salah satu ...